Artikel (6)

Keywords: ormas

Kajian PP 46/2011 ttg Penilaian Prestasi Kerja PNS

Penilaian kinerja bagi pegawai negeri sipil (PNS) telah semakin berkembang seiring perubahan jaman, jika sampai hari ini kita akrab dengan istilah DP3 dan (mungkin saja) tidak tau kepanjangannya, sekedar mengingatkan DP3 (Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan)...

selengkapnya...

Thu, 30 May 2013 @00:56

KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK & HAM

image

Keterbukaan informasi publik adalah sebuah keniscayaan yang harus dihadapi, berdasarkan legalitas sudah jelas bahwa amandemen Undang- Undang Dasar 1945 pada pasal 28F menyatakan bahwa hak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia, jadi sudah pasti hak memperoleh informasi memiliki kesetaraan dengan hak-hak asasi manusia lainnya yang termaktub pada pasal 28 UUD 1945

selengkapnya...

Tue, 21 May 2013 @12:07

Informasi oh informasi

image

Informasi oh informasi, sebuah istilah yang begitu banyak disebutkan, dibicarakan dan diperdebatkan tetapi jangan lupa penertian informasi itu sendiri...

selengkapnya...

Wed, 22 Feb 2012 @11:43

KELENGKAPAN ADMINISTRASIPENERBITAN SURAT KETERANGAN TERDAFTAR (SKT) ORGANISASI KEMASYARAKATAN DAN LSMDI PROVINSI JAWA BARAT

KELENGKAPAN ADMINISTRASI PENERBITAN SURAT KETERANGAN TERDAFTAR (SKT) ORGANISASI KEMASYARAKATAN DAN LSM DI PROVINSI JAWA BARAT

selengkapnya...

Tue, 1 Mar 2011 @18:58

Pembubaran Ormas Anarkis Perkuat Demokrasi

image

Tindakan anarkis yang dilakukan oleh sekelompok orang tertentu terhadap kelompok lain kan melanggar demokrasi," katanya di Semarang, Minggu (13/2) seperti dikutip Antara, menanggapi wacana pembubaran ormas yang bertindak anarkis.

selengkapnya...

Thu, 17 Feb 2011 @14:34

Mengenal Jawa Barat




Sekilas Jabar


(Sumber : http://www.jabarprov.go.id/jabar/public/98694/menu.htm )


Sekilas Jabar


Perkembangan Sejarah menunjukkan bahwa Propinsi Jawa Barat merupakan Propinsi yang pertama dibentuk di wilayah Indonesia (staatblad Nomor : 378). Propinsi Jawa Barat dibentuk berdasarkan UU No.11 Tahun 1950, tentang Pembentukan Propinsi Jawa Barat. Selama lebih kurang 50 tahun sejak pembentukannya, wilayah Kabupaten/Kota di Jawa Barat baru bertambah 5 wilayah, yakni Kabupaten Subang (1968), Kota Tangerang (1993), Kota Bekasi (1996), Kota Cilegon dan Kota Depok (1999). Padahal dalam kurun waktu tersebut telah banyak perubahan baik dalam bidang pemerintahan, ekonomi, maupun kemasyarakatan.


 


Jawa Barat merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki alam dan pemandangan yang indah serta memiliki berbagai potensi yang dapat diberdayakan, antara lain menyangkut Sumber Daya Air, Sumber Daya Alam dan Pemanfaatan Lahan, Sumber Daya Hutan, Sumber Daya Pesisir dan Laut serta Sumber Daya Perekonomian.


Dalam kurun waktu 1994-1999, secara kuantitatif jumlah Wilayah Pembantu Gubernur tetap 5 wilayah dengan tediri dari : 20 kabupaten dan 5 kotamadya, dan tahun 1999 jumlah kotamadya bertambah menjadi 8 kotamadya. Kota administratif berkurang dari enam daerah menjadi empat, karena Kotip Depok pada tahun 1999 berubah status menjadi kota otonom.


 


Dengan lahirnya UU No.23 Tahun 2000 tentang Provinsi Banten, maka Wilayah Administrasi Pembantu Gubernur Wilayah I Banten resmi ditetapkan menjadi Provinsi Banten dengan daerahnya meliputi : Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten/Kota Tangerang serta Kota Cilegon.


Adanya perubahan itu, maka saat ini Provinsi Jawa Barat terdiri dari : 17 Kabupaten dan 9 Kotamadya, dengan membawahkan 592 Kecamatan, 5.201 Desa dan 609 Kelurahan.


Adapun monografinya :


 



































































































































































































Data Luas Wilayah dan Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota Di Jawa Barat



No



Kabupaten/ Kota



 



Luas Wilayah KM2



Jumlah Penduduk



N



N



(1)



(2)



(3)



(5)



1



Kab. Bogor



3.440,71



4,316,236



2



Kab. Sukabumi



3.934,47



2,258,253



3



Kab. Cianjur



3.432,96



2,149,121



4



Kab. Bandung



2.000,91



3,038,038



5



Kab. Garut



3.065,19



2,429,167



6



Kab. Tasikmalaya



2.680,48



1,792,092



7



Kab. Ciamis



2.556,75



1,586,076



8



Kab. Kuningan



1.178,58



1,140,777



9



Kab. Cirebon



988,28



2,162,644



10



Kab. Majalengka



1.204,24



1,204,379



11



Kab. Sumedang



1.522,21



1,112,336



12



Kab. Indramayu



2.000,99



1,795,372



13



Kab. Subang



2.051,76



1,459,077



14



Kab. Purwakarta



969,82



798,272



15



Kab. Karawang 



1.737,53



2,073,356



16



Kab. Bekasi



1.484,37



2,032,008



17



Kab. Bandung Barat



1.305,77



1,493,225



18



Kota Bogor



21,56



866,034



19



Kota Sukabumi



12,15



300,694



20



Kota Bandung



167,27



2,364,312



21



Kota Cirebon



37,54



290,450



22



Kota Bekasi



210,49



2,084,831



23



Kota Depok



200,29



1,412,772



24



Kota Cimahi



48,42



518,985



25



Kota Tasikmalaya



471,62



624,478



26



Kota Banjar



1.135,90



180,744



 



Jawa Barat



34.816,96



41,483,729



Sumber : Survei Sosial Ekonomi 2007



 




 


Visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat


Tercapainya Masyarakat Jawa Barat yang Mandiri, Dinamis dan Sejahtera


Misi


Mewujudkan Sumber Daya Manusia Jawa Barat yang Produktif dan Berdaya Saing;


Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Regional Berbasis Potensi Lokal;


Meningkatkan Ketersediaan dan Kualitas Infrastruktur Wilayah;


Meningkatkan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Untuk Pembangunan yang Berkelanjutan;


Meningkatkan Efektivitas  Pemerintahan Daerah dan Kualitas Demokrasi


 


Provinsi Jawa Barat, sejak berdirinya sampai sekarang telah dipimpin oleh 12 orang Gubernur, yaitu : M Sutardjo Kartohadi (1945-1946), Mr.Datuk Djamin (1946), M.Sewaka (1946-1952), R.Muhamad Sanusi Hardjadinata (1952-1956), R.Ipik Gandamana (1956-1960), H. Mashidu (1960-1970), Solihin GP (1970-1975), H. Aang Kunaefi (1975-11985), HR.Yogie SM (1985-1993), R.Nuriana (1993-2003), H.Danny Setiawan (2003 – 2008) dan H. Ahmad Haryawan (2008-sekarang).


 


Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terdiri dari unsur Sekertariat Daerah (Setda) yang meliputi : Sekertaris daerah dan Assisten-Assisten : Pemerintahan, Perekonomian, Adminsitrasi dan Kesejahteraan Sosial serta biro-biro yang seluruhnya 11 biro ; 20 Dinas ; 15 Badan ; 1 Kas Daerah, 1 Kantor Perwakilan pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang berkedudukan di Jakarta.


Organisasi Perangkat Daerah :


































































Dinas Kesehatan Prov. Jabar
Jl.Pasteur 25, Bandung - Telp (022) 4232292, Jl Ternate no 2 Bandung



Dinas Pendidikan Prov. Jabar
Alamat : Jl. Rajiman No. 6 Bandung, Telp. (022)4202404



Dinas Sosial Prov. Jabar
Jl. Raya Cibabat 331, Cimahi - Bandung Telp (022) 6643149 - 6645535



Dinas Pertanian Tanaman Pangan Prov. Jabar
Jl. Surapati 71, Bandung Telp (022) 2503884, fax (022) 2500713



Dinas Peternakan Prov. Jabar
Jl. Ir. H. Juanda 358 - Telp (022) 2501151 Fax. 2513842



Dinas Perikanan Dan Kelautan Prov. Jabar
Jl.Wastu Kancana 12, Bandung - Telp.(022)4203471



Dinas Kehutanan Prov. Jabar
Jl.Soekarno-Hatta 751 Telp.(022)7304029



Dinas Perkebunan Prov. Jabar
Jl. Surapati no. 67, Bandung - Telp(022) 2038966



Dinas Perhubungan Prov. Jabar
Jl. Sukabumi No. 1 Bandung - Telp (022) 7272258



Dinas Permukiman Dan Perumahan Prov. Jabar
Alamat : Jl. Kawaluyaan Indah No.4, Bandung Telp. (022) 7319782 - 7319735, fax 7313675



Dinas Bina Marga Prov. Jabar
Jl.Asia Afrika 79, Bandung - Telp(022)- 4231634



Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Prov. Jabar
Jl. Braga No. 137 Bandung



Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Jabar
Jl.Tamansari 55, Bandung - Telp.(022)2502898



Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah Prov. Jabar
Jl.Soekarno-Hatta 705, Bandung - Telp.(022)7302775



Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Prov. Jabar


Jl. RE. Martadinata No.209, Telp (022) 7273209, 7271385



Dinas Pendapatan Daerah Prov. Jabar
Jl.Soekarno Hatta 528, Telp (022) 7566197



Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Prov. Jabar
Jl.Asia Afrika 146, Bandung - Telp (022)4230897



Dinas Tenega Kerja Dan Transmigrasi Prov. Jabar
Jln. Soekarno Hatta 532 Telp.(022) 7564327 Bandung



Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Prov. Jabar



Dinas Olah Raga dan Pemuda Prov. Jabar



Badan di Jawa Barat :  



















































Badan Perencanaan Daerah Prov. Jabar
Jl.Ir.Djuanda 287, Bandung - Telp(022)2510729



Badan Pendidikan Dan Pelatiahan Daerah Prov. Jabar
Jl. Windu No. 26 Bandung



Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah LHD Prov. Jabar
Jl.Sumatera 50, Bandung - Telp.(022)4237369



Badan Kesatuan Bangsa, Politik, Dan Perlindungan Masyarakat Daerah Prov. Jabar


Jl. Supratman 44 Bandung



Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintah Desa Dan PD Prov. Jabar
Jl. Soekarno Hatta 486, Bandung



Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana
Jl. Soekarno Hatta No. 586 Bandung



Badan Koordinasi Pemerintahan Dan Pembangunan Wilayah I
Jl. Ir. H.Juanda No. 4 Bogor



Badan Koordinasi Pemerintahan Dan Pembangunan Wilayah II
Jl. Siliwangi No. 1 Purwakarta Telp. 0264 200945 Faks. (0264) 201074



Badan Koordinasi Pemerintahan Dan Pembangunan Wilayah III
Jl. Siliwangi No. 14 Cirebon 45121 Tlp.(0231) 202860 Fax. (0231) 203010



Badan Koordinasi Pemerintahan Dan Pembangunan Wilayah IV
Jl. Ahmad Yani No. 21 Garut



Badan Kepegawaian Daerah Prov. Jabar
Jl. Diponegoro II No. 6 Bandung



Badan Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Prov. Jabar
Jl. Kawaluyaan Indah II No. 6 Bandung



Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Prov. Jabar


Jl.Soekarno-Hatta 629, Bandung - Telp.(022)7310435



Badan Ketahanan Pangan Daerah Prov. Jabar


Jl. Ciumbuleuit No. 2 Bandung Telp/Fax : (022) 2031044 / 2031045



Satuan Polisi Pamong Praja Prov. Jabar


Jl.Banda No. 28, Telp.(022) 4236219 – 4235883



Lembaga Kantor Perwakilan Pemerintahan Jawa Barat
Jl. Pembangunan II no 3-5 Jakarta Pusat 10130


 


Sekertariat Daerah


Alamat   : Jl. Diponegoro No. 22 Bandung


Sekertariat Daerah Prov. Jabar, dipimpin oleh Sekertaris Daerah dan dibantu oleh Assisten-Assiten


1.        Assisten Pemerintahan, Hukum Dan HAM


2.        Assisten Perekonomian Dan Pembangunan


3.        Assisten Kesejahteraan Rakyat


4.        Assisten Administrasi







































Biro Hukum Dan HAM Setda Prov. Jabar



Biro Otonomi Daerah dan Kerjasama Setda Prov. Jabar



Biro Pemerintahan Umum



Biro Administrasi Perekonomian Setda Prov. Jabar



Biro Binas Produksi Setda Prov. Jabar



Biro Administrasi Pembangunan Setda Prov. Jabar



Biro Pelayanan Sosial Dasar Setda Prov. Jabar



Biro Pengembangan Sosial Setda Prov. Jabar



Biro Organisasi Setda Prov. Jabar



Biro Keuangan Setda Prov. Jabar



Biro Humas, Protokol dan Umum Setda Prov. Jabar



 


Geografi



Provinsi Jawa Barat secara geografis terletak di antara 5°50 - 7°50 LS dan 104°48 - 104°48 BT dengan batas-batas wilayahnya sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa bagian barat dan Banten serta DKI Jakarta di utara, sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah, antara Samudra Indonesia di Selatan dan Selat Sunda di barat. Dengan daratan dan pulau-pulau kecil (48 Pulau di Samudera Indonesia, 4 Pulau di Laut Jawa, 14 Pulau di Teluk Banten dan 20 Pulau di Selat Sunda), luas wilayah Jawa Barat 44.354,61 Km2 atau 4.435.461 Ha.


Kondisi geografis yang strategis ini merupakan keuntungan bagi daerah Jawa Barat terutama dari segi komunikasi dan perhubungan. Kawasan utara merupakan daerah berdatar rendah, sedangkan kawasan selatan berbukit-bukit dengan sedikit pantai serta dataran tinggi bergunung-gunung ada di kawasan tengah.


Dengan ditetapkannya Wilayah Banten menjadi Provinsi Banten, maka luas wilayah Jawa Barat saat ini menjadi 34.816,96 (Data berdasarkan Survei Sosial/Ekonomi 2005)


 


Topografi



Ciri utama daratan Jawa Barat adalah bagian dari busur kepulauan gunung api (aktif dan tidak aktif) yang membentang dari ujung utara Pulau Sumatera hingga ujung utara Pulau Sulawesi. Daratan dapat dibedakan atas wilayah pegunungan curam di selatan dengan ketinggian lebih dari 1.500 m di atas permukaan laut, wilayah lereng bukit yang landai di tengah ketinggian 100 1.500 m dpl, wilayah dataran luas di utara ketinggian 0 . 10 m dpl, dan wilayah aliran sungai.


 


Iklim



Iklim di Jawa Barat adalah tropis, dengan suhu 9 0 C di Puncak Gunung Pangrango dan 34 0 C di Pantai Utara, curah hujan rata-rata 2.000 mm per tahun, namun di beberapa daerah pegunungan antara 3.000 sampai 5.000 mm per tahun.


 


Populasi



Berdasarkan hasil Sensusnas tahun 1999 jumlah penduduk Jawa Barat setelah Banten terpisah berjumlah 34.555.622 jiwa. Pada tahun 2000 berdasarkan sensus penduduk meningkat menjadi 35.500.611 jiwa, dengan kepadatan penduduk sebesar 1.022 jiwa per Km2. Sedangkan laju pertumbuhan penduduk selama dasawasra 1990 - 2000 mencapai angka 2,17 %.


Sedangkan pada tahun 2003, jumlah penduduk telah bertambah menjadi 38.059.540 jiwa.


Berdasarkan Survei Sosial dan Ekonomi pada Tahun 2004, jumlah penduduk Jawa Barat, berkembang menjadi 39.140.812 jiwa. Selanjutnya berdasarkan Survei Sosial dan Ekonomi pada Tahun 2007, jumlah penduduk Jawa Barat menjadi 41,483,729 jiwa.


 


Sosial Budaya



Masyarakat Jawa Barat di kenal sebagai masyarakat yang agamis, dengan kekayaan warisan budaya dan nilai-nilai luhur tradisional, serta memiliki prilaku sosial yang berfalsafah pada silih asih, silih asah, silih asuh, yang secara harfiah berarti saling mengasihi, saling memberi pengetahuan dan saling mengasuh diantara warga masyarakat.


Tatanan kehidupannya lebih mengedepankan keharmonisan seperti tergambar pada pepatah; “Herang Caina Beunang Laukna” yang berarti menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru atau prinsip saling menguntungkan.



Masyarakat Jawa Barat memiliki komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai kebajikan. Hal ini terekspresikan pada pepatah “Ulah Unggut Kalinduan, Ulah gedag Kaanginan”; yang berarti konsisten dan konsekuen terhadap kebenaran serta menyerasikan antara hati nurani dan rasionalitas, seperti terkandung dalam pepatah “Sing Katepi ku Ati Sing Kahontal ku Akal”, yang berarti sebelum bertindak tetapkan dulu dalam hati dan pikiran secara seksama.


 


Jawa Barat di lihat dari aspek sumber daya manusia memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia dan sebagai provinsi yang mempunyai proporsi penduduk dengan tingkat pendidikan, jumlah lulusan strata 1, strata 2 dan strata 3, terbanyak dibandingkan dengan provinsi lain.


 


(Diperbarui Senin, 6 April 2009 )


 


 

Wed, 6 Jan 2010 @11:23

Kategori
Cek Domain

Cek Nama Domain ?

INVESTASI MASA DEPAN
Blogku yg Lain

Copyright © 2021 AKWard · All Rights Reserved