Hikmah di Rest Area Km97

Udara yang hangat menyambut kedatanganku di sebuah wilayah yang disulap menjadi suatu sentra bisnis yang menjanjikan, betapa tidak hanya dalam hitungan tahun sebuah tegalan atau kebun yang tingkat produktivitasnya terbatas berubah menjadi sebuah sentra bisnis khususnya kuliner yang menjanjikan meskipun diperlukan permodalan yang cukup besar.

 

Itulah kenyataan yang terjadi dampak dari pembangunan jalan tol di indonesia khususnya di jalur jalan tol Cipularang yang merupakan singkatan dari Cikampek – Purwakarta – Padalarang, dengan selesainya pembangunan jalan tol ini maka terjadi perubahan mobilitas penduduk jakarta terutama pada akhir pekan, sehingga tidak aneh manakala hari jumat sore menjelang, suasana macet di hampir seluruh ruas kota bandung penuh sesak oleh kendaraan dengan didominasi kendaraan plat B. ditambah lagi dengan kondisi jalan di kota Bandung yang memang tidak bertambah.

 

Nah diluar urusan tadi, keberadaan jalan tol ini juga melahirkan sebuah area untuk beristirahat bagi para pengguna jalan tol yang disebut 'rest area' dengan icon yang paling dominan adalah kehadiran tempat pengisian Bahan Bakar minyak bagi kendaraan didukung oleh toilet dan Mesjid atau mushola serta beberapa pedagang makanan. Dalam perkembangannya ternyata terjadi revolusi kuliner yang dahsyat dimana aneka gerai makanan yang biasanya berada di mal – mal kota besar juga menyasar ke rest area ini sehingga akan sangat mudah menemukan dunkin donut, solaria, aneka jajanan lainnya yang tentunya diperlukan modal yang cukup besar.

 

Kembali ke lokasi, siang ini berada di Rest Area Km97 yang masuk ke wilayah Kabupaten Purwakarta. Di lokasi yang cukup luas ini berjejer aneka gerai jajanan mulai dari minimarket hingga aneka pilihan makanan yang memanjakan para pengguna jalan tol cipularang selain tentunya keberadaan SPBU yang megah, tetapi yang lebih penting adalah fokus kepada bangunan yang indah di sudut kiri rest area ini yaitu Mesjid Al Mi'raj. Bangunan mesjid ini terinspirasi oleh bangunan timur tengah dan dengan ornamen yang indah menambah kekhusukan beribadah dan kesejukan serta kenyamanan bagi siapapun yang berada di dalamnya. Siang hari ini dilaksanakan shalat jumat di mesjid Al Mi'raj ini dengan tema tentang Saat yang tepat untuk meminta ampunan Allah Subhanahu Wataala.

 

Esensi dari kehidupan manusia di dunia adalah tentang keyakinan terhadap batasan tentang hal ghaib tetap ghaib dan hal ghaib menjadi kenyataan. Pengertiannya adalah bagaimana meyakini hal – hal ghaib tersebut sehingga menjadi keyakinan kita akan datangnya hari Akhir dan akherat. Wadduh jadi serius gini yach?... tapi da memang serius nich, dasarnya adalah Al qur'an Surat Al Imran ayat 1- 5. yaitu : …......................................

ayat 1 : alif laam miim;

ayat 2 : kitab (alqur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa

ayat 3 : (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rejekinya yang kami anugerahkan kepada mereka.

Ayat 4 : dan merekayang beriman kepada kitab (Al qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhierat;

ayat 5 : mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari tuhan mereka, dan merekalah orang – orang yang beruntung.

 

berdasarkan ayat al qur'an tersebut dapat difahami bahwa orang yang bertaqwa adalah orang yang beriman kepada yang ghaib, diantaranya tentang Allah Subhanahu Wataala, Malaikat, keberadaan surga dan neraka, termasuk tentang kepastian pahala dari aneka macam perbuatan kita seperti infaq, shodaqoh, berbuat baik bagi orang lain atau kejadian isra mi'raj dan banyak lagi yang harus kita imani termasuk konsep taubat.

 

Yang terpenting adalah momentum pada saat ke ghaiban ini menjadi kenyataan maka terjadilah perubahan yang signifikan khususnya dengan tertutupnya pintu maaf dari Allah subhanahu Wataala. Kapan saatnya ke ghaiban itu menjadi kenyataan?.. yaitu pada saat sakharatul maut menjemput, pada saat nafas terakhir berada di pangkal tenggorokan kita, disitulah batas keghaiban menjadi kenyataan dan disitulah pintu maaf Allah Swt tertutup.

 

Hikmahnya adalah : pertama, mari kita semakin meyakini bahw ke ghaiban itu ada dan kedua, mari kita gunakan kesempatan ini sebelum hal yang ghaib menjadi kenyataan alias datangnya sakharatul maut dengan melakukan berbagai aktifitas kebaikan, berburu pahala dan kebajikan serta bertaubat dari semua dosa yang telah dilakukan.

 

Pada ayat 3 disebutkan bahwa setelah yakin dengan hal yang ghaib adalah implementasi selanjutnya melaksanakan shalat yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan menafkahkan rejeki yang telah dianugerahkan kepada kita. Alunan nada dari Khatib biasanya akan mempemudah datangnya sang kantuk, tetapi khutbah saat ini begitu mengena dan mengingatkan bahwa ada batasan tegas dimana kita bisa berbuat, beribadah dan memohon ampun yaitu di masa kita masih diberi karunia nyawa di raga yang fana ini.

 

(ini sebuah tulisan sederhana dengan semangat mengingatkan diri pribadi dan semoga menjadi pencerah bagi yang sengaja, kebetulan ataupun iseng mampir di blog ini...)

 

 

 

Mon, 27 Jun 2011 @09:57


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kategori
Cek Domain

Cek Nama Domain ?

INVESTASI MASA DEPAN
Blogku yg Lain

Copyright © 2021 AKWard · All Rights Reserved