150 DAERAH RAWAN TSUNAMI

JAKARTA, (PR).-

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 150 kabupaten/kota yang rawan tsunami. BNPB juga mencatat terdapat 13 jenis bencana di Indonesia, di mana 175 kabupaten/kota memiliki kerawanan tinggi, 150 kabupaten/kota memiliki kerawanan sedang, dan 95 kabupaten/kota memiliki kerawanan rendah.

"Kabupaten/kota yang rawan tsunami itu tersebar mulai dari pantai barat Sumatra, selatan Jawa, hingga Sulawesi," ujar Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB Jakarta, Senin (1/11).

Dalam keterangan tersebut turut hadir Direktur Kesiapsiagaan BNPB Wisnu Widjaja.

Terkait dengan tsunami di Kepulauan Mentawai, BNPB telah mengucurkan dana siap pakai Rp 1 miliar. Dana itu untuk operasional awal masa tanggap darurat selama empat belas hari pascabencana. Pemprov Sumatra Barat juga mengucurkan dana bencana sebesar Rp 1,7 miliar.

"Jika dana tersebut habis dan dinilai kurang, BNPB siap kembali mengucurkan dana," ujar Sutopo seraya menuturkan bahwa masa tanggap darurat bisa diperpanjang selama empat belas hari.

Dia mengatakan, BNPB sudah melakukan berbagai upaya untuk menjangkau korban. BNPB bersama pihak lain berusaha mendatangkan bantuan melalui berbagai jalur, baik melalui laut maupun udara, seperti menggunakan helikopter.

Sutopo mengaku, sebagian bantuan belum tersebar dan masih menumpuk di Sikakap. Ini terjadi karena kesulitan dalam pendistribusian di lapangan akibat cuaca buruk.

Data jumlah korban akibat gempa bumi dan tsunami di Mentawai hingga Senin (1/11), BNPB mencatat korban meninggal dunia sebanyak 431 orang. Korban tersebar di Kecamatan Sipora Selatan 23 orang, Pagai Selatan 162 orang, Pagai Utara 237 orang, dan Sikakap 9 orang.

Kemudian 88 orang hilang, yaitu 37 orang di Pagai Selatan dan 51 orang di Pagai Utara.

Sutopo menilai pentingnya penataan kembali tata ruang Kepulauan Mentawai pascamusibah gempa bumi dan tsunami. Menurut dia, hal tersebut harus disesuaikan dengan wilayah-wilayah di sekitarnya.

"Kondisi pulau-pulau di kawasan ini tidak semua permukaannya datar, tetapi juga terdiri atas perbukitan. Penataan ke depan harus disesuaikan," katanya.

Secara terpisah, Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim, Arief Yuwono menuturkan, Kementerian Lingkungan Hidup akan melakukan evaluasi kondisi lingkungan Kabupaten Kepulauan Mentawai pascatsunami 25 Oktober lalu. Pelaksanaannya diperkirakan bisa selesai dalam sebulan untuk menyusun langkah penanganan lebih lanjut.

Sebelumnya, lima belas orang dari Kementerian Lingkungan Hidup telah melihat kondisi Mentawai untuk mengetahui kemungkinan perlunya pemindahan warga. Terutama yang wilayahnya hancur akibat tsunami yang ditimbulkan oleh gempa bumi berkekuatan 7,2 pada skala Richter.

"Kami akan melakukan pemeriksaan silang lagi ke lapangan sekaligus juga melihat dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan tsunami," ucapnya.

Pada peninjauan sebelumnya, kendala yang dihadapi di Kepulauan Mentawai adalah faktor cuaca yang terus-menerus hujan. Selain itu, sulitnya komunikasi sehingga evakuasi korban juga lambat.

Dampak yang diakibatkan tsunami yaitu kerusakan permukiman dan bentang alam di Kecamatan Sipora Selatan, Pagai Selatan, dan Pagai Utara.

Arief menambahkan, rencana Kementerian Lingkungan Hidup ke depan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi yaitu menyiapkan konsep tata ruang pada wilayah yang tidak terkena dampak tsunami, serta mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial.

Sesuai dengan UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Kementerian Lingkungan Hidup juga berencana secara struktural membuat batu pemecah gelombang, pembangunan dinding penahan laju tsunami, pembangunan rumah panggung, dan bangunan penyelamatan diri.

Sementara secara nonstruktural berupa sosialisasi dan pelatihan, pemetaan wilayah rawan tsunami, serta menyiapkan jalur evakuasi. (A-94)***

----------------------  

Sumber : http://newspaper.pikiran-rakyat.com/ 2 nov 2010

Tue, 2 Nov 2010 @06:42


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kategori
Cek Domain

Cek Nama Domain ?

INVESTASI MASA DEPAN
Blogku yg Lain

Copyright © 2021 AKWard · All Rights Reserved